KBMN-29 (Pertemuan ke-11) Mengelola Majalah Sekolah
Senin, 19
Juli 2023
Pertemuan
Ke-10
Materi : Mengelola Majalah
Sekolah
Narasumber : Widya Setianingsih,
S.Ag
Moderator : Nur Dwi Yanti, M.Pd
Waktu : 19.00 WIB
Saat kita memutuskan untuk memulai dan mengeksekusi mimpi kita di wal pasti akan terasa berat. Akan tetapi, tidak ada yang tidak mungkin asalkan kita berani untuk terus mencoba lagi dan lagi. Langkah demi langkah yang kita lalui pada masanya akan membawa kita sampai pada tujuan yang hendak kita raih. Sebaliknya, jika kita takut dan terlalu fokus pada distraksi maka kita hanya akan stuck di tempat.
Tidak ada yang tidak mungkin asalkan kita mau untuk terus berusaha. Demikian halnya banyak orang sukses yang menempuh satu demi satu tanjakan untuk menoreh puncak kesuksesan. Kuncinya adalah KEMAUAN, membangun KOMITMEN dan ISTIQAMAH dengan komitmen yang telah dibuat tersebut.
“Don’t be afraid to move, because the distance of 1000 miles starts by a
single step”.
Masuk ke
inti pembahasan pada hari ini..
Apa itu
Majalah?
Majalah berdasarkan KBBI adalah terbitan berkala yang isinya meliputi berbagai liputan jurnalistik, pandangan tentang topik aktual yang patut diketahui pembaca. Adapun berdasarkan waktu penerbitannya majalah dibagi menjadi majalah bulanan, mingguan, dan sebagainya. Sedangkan berdasarkan isinya majalah dibedakan menjadi majalah berita, anak-anak, wanita, remaja, olahraga, sastra, ilmu pengetahuan tertentu, dan sebagainya.
Langkah-Langkah
Menerbitkan Majalah Sekolah
1. Menyatukan
ide dan gagasan. Mencari teman-teman yang memiliki jiwa literasi dan
organisasi. Membentuk susunan redaksi majalah.
2. Mengajukan
Proposal. Membuat proposal meliputi latar belakang, tujuan, susunan redaksi,
anggaran dana, dsbnya.
3. Membuat
rancangan majalah. Menentukan nama majalah, isi berita, pendanaan dll.
4. Mencari rekanan pendukung. Percetakan, sponsor, dll
Susunan
Redaksi Majalah
1. Penasehat:
Dari Yayasan Sekolah/Komite Sekolah. Tugasnya: Memberikan segala pertimbangan
terhadap segenap crew tentang majalah sekolah
2. Penanggung
Jawab: Yaitu Kepala Sekolah. Tugasnya: Bertanggung jawab atas keseluruhan jalannya
penerbitan pers, baik ke dalam maupun ke luar. Ia dapat melimpahkan
pertanggungjawabannya kepada Pemimpin Redaksi sepanjang menyangkut isi
penerbitan (redaksional)
3. Pimpinan
redaksi: Dari Guru yang ditunjuk. Pemimpin Redaksi (Editor in Chief) bertanggung
jawab terhadap mekanisme dan aktivitas kerja keredaksian sehari-hari. Ia harus
mengawasi isi seluruh rubrik media massa yang dipimpinnya.
4. Editor. Tugasnya:
Bertanggung jawab swa sunting tulisan,
proofreading dan mengedit semua tulisan
5. Reporter:
Reporter merupakan “prajurit” di bagian redaksi. Mencari berita lalu membuat
atau menyusunnya, merupakan tugas pokoknya.
6. Fotografer Tugasnya mengambil gambar peristiwa atau
objek tertentu yang bernilai berita atau untuk melengkapi tulisan berita yang
dibuat wartawan tulis.
7. Layout. Tugasnya
mendesain majalah, dan tata letaknya agar menjadi tampilan komunikatif dan
menarik untuk disajikan
8. Bendahara. Tugasnya:
Mengatur jalannya sirkulasi keuangan majalah sekolah
Manfaat
Majalah Sekolah
1. Sebagai
sarana komunikasi sekolah dengan walimurid, dan siswa
2. Media
komunikatif sekolah yang berisi berita-berita sekolah, informasi, pengetahuan
dan hiburan.
3. Wadah
kreativitas guru dan siswa dalam berkarya (menulis, menggambar dll)
4. Sarana
publikasi sekolah di masyarakat
5. Menjadi
Kebanggaan sekolah dan menambah nilai plus sekolah terutama
saat akreditasi.
Hal-hal yang
perlu diperhatikan dalam menerbitkan majalah
1. Membuat nama
majalah.
a. Buatlah nama
yang unik, menarik dan mudah diingat.
b. Bisa juga
membuat nama majalah berupa singkatan nama sekolah, atau kata-kata yang
menginspirasi (mengandung makna).
Contoh :
SMART, MUTUALISTA, KONTAK, CAHAYA.
2. Menentukan
artikel yang akan ditampilkan.
a. Visi Misi
Sekolah: Visi, misi sekolah masing-masing dituliskan di hal 2.
b. Salam
Redaksi: Kata sapaan pimred pada pembaca, menyampaikan isi majalah secara
singkat, tema majalah, kondisi teraktual saat itu.
c. Berita
Sekolah : Kegiatan-kegiatan sekolah, misalnya peringatan PHBI-PHBN, kegiatan
sekolah dll.
d. Profil Guru
: Dimuat secara bergiliran mulai dari kasek, wakasek, guru, staf pendidik.
e. Profil Siswa
Berprestasi: Menampilkan siswa paling berpretasi.
f. Karya Siswa
: Menampilkan tulisan siswa, puisi, cerpen, foto hasil karya siswa berupa
kerajinan, gambar dll.
g. Kegiatan
Siswa: Kegiatan outingclass, ataupun inclass. Misalnya outbound, praktek di kelas,
unjuk kerja, game dll.
h. Kuiz
berhadiah: Disesuaikan dengan jenjang kelas. Untuk SD TTS, tebak gambar, dll.
Dan berhadiah.
i. Prestasi
Sekolah : menampilkan prestasi terbaru dari guru, siswa, dan sekolah.
j. Info dan
pengumuman: Info ujian, libur dsbnya
*Alamat,
Visi dan misi sekolah dicantumkan di halaman 2. Jika menginginkan memasang foto
crew majalah bisa juga di letakkan di halaman 2.
3. Mengajukan
ISSBN. Agar majalah kita memiliki hak paten, maka Mengajukan ISSBN sangatlah
penting. Kita bisa menghubungi penerbit untuk membantu kita
mendapatkan ISSBN.
4. Menentukan
Bahasa yang dipakai dalam majalah. Sebelum menentukan bahasa yang akan kita
pakai, kita harus mengetahui sasaran pasar kita yakni siswa-siswi kita dan wali
murid.
Saran:
a. Gunakan
bahasa yang mudah dimengerti anak-anak.
b. Tidak
menggunakan bahasa terlalu formal/kaku.
c. Gunakan
bahasa keseharian dan pergaulan.
d. Selipkan
bahasa-bahasa gaul yang lagi ngetrend (dengan catatan harus sopan)
e. Gunakan
bahasa komunikatif sehingga seolah-olah kita sedang
berbincang dengan pembaca.
5. Carilah tema
dari hal yang lagi booming atau ngetrend di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Isue-isue keseharian yang sedang booming di lingkungan sekolah dan masyarakat
bisa kita gunakan sebagai tema.
Misalnya :
a. Tetap
Berprestasi di Masa Pandemi.
b. Semakin
Berilmu Semakin Berakhlak
c. Lets go
green
d. Raih Mimpi
Setinggi Bintang
e. Hold Your Star,
dll
6. Cover dan
Layout Menarik.
Fungsi dari
cover majalah adalah untuk melindungi isi majalah. Mencerminkan tema dan isi
majalah. Karena itu tampilan cover harus menarik pembaca.
Hal yang perlu diperhatikan dalam Layout
dan tata letak majalah.
a. Dibuat
sesuai tema dan tingkatan usia pembaca (SD, SMP, SMA).
b. Praktis,
simple, menarik dan memuat seluruh artikel dengan penataan padat tapi tidak
sumpek.
c. Carilah guru
yang berkompeten di IT sebagai tenaga layout dengan menggunakan aplikasi Corel.
Untuk cetak
majalah tidak semuanya kita cetak warna, hal ini untuk menekan budget agat
tidak terlalu tinggi. Bisa 8 halaman saja yang di cetak warna, yang lainnya
cukup hitam putih saja.
7. Pembiayaan.
Pembiayaan digunakan untuk:
a. Biaya cetak
majalah
b. Membayar HR
crew
c. Pembelian hadiah kuiz, dll
Pembiayaan cetak majalah bisa di bagi menjadi 3
1. Murni dari siswa: Siswa membeli majalah (dimasukkan di daftar ulang atau SPP)
2. BOSDA. Pembiayaan majalah bisa diambilkan dari dana BOSDA dengan kode rekening biaya cetak/penggandaan dan membayar honorarium.
3. Sponsor. Bisa dengan menggandeng walimurid yang ingin beriklan tentang usahanya dengan memasang iklan tersebut di majalah.
Percetakan.
Tidak bisa dipungkiri percetakan merupakan faktor penting adanya majalah secara
fisik. Akan tetapi bila tidak memungkinkan majalah dicetak karena beberapa hal
misalnya pendanaan, situasi tidak bisa tatap muka karena pandemi maka majalah
bisa juga disampaikan dalam bentuk online. Misalnya dishare dalam bentuk PDF
melalui WhatsAp, Web sekolah, IG, Facebook dll. Bisa juga melalui aplikasi
flipbook atau photoshop.
8. Upgrade Ilmu
Secara Kontinue. Agar majalah selalu Uptodate maka harus ada jadwal untuk mengupgrade
ilmu bagi para crew. Misalnya pelatihan menulis, pelatihan aplikasi Corel, Photoshop
untuk layout dll dengan memberdayakan teman sejawat atau mendatangkan
narasumber ahli.
9. Pupuk
Kekompakan Team. Ibaratnya tubuh maka crew majalah adalah bagian team yang
memiliki tugas SAMA PENTING nya. Oleh karena itu team harus solid, terus pupuk
kekompakan team. Saling mendukung dan mengisi kekurangan satu sama lain adalah
kunci langgengnya sebuah team.
Contoh Cover Majalah


Komentar
Posting Komentar